Selasa, 11 Oktober 2016

Suaramu Membuatku Meneteskan Air Mataku

Sore itu dikala adzan magrib telah berkumandang, aku mulai meneguk segekas air es teh untuk menutup ibadahku hari ini. Begitu dingin rasanya air es teh hingga membuatku merasakan kesegarannya. Setekah itu aku mulai menyantap beberapa 'gorengan' yang sudah sejak pukul 5 sore disiapkan oleh ibuku. Aku langsung memakannya dengan lahap. Tidak berselang lama, aku menyudahi menyantap makannya. Aku pun bergegas untuk mandi lalu bersiap menuju ke Masjid dengan harapan iqomah belum berkumandang. Terlalu lama aku mandi, hingga iqomah pun telah berlalu. Aku memutuskan untuk beribadah dirumah. Setelah aku selesai sholat aku membuka kembali handphone yang tadi sempat aku tinggalkan sejenak. Kembali aku memasangkan headset ke kedua telingaku. MasyaAllah! Ada suara orang sedang mengaji diseberang sana. Aku teringat aku belum sempat untuk menutup telefonku dengan 'dia' tadi sore. Tanpa mengucap kata apapun aku tengah khusyu mendengarkan alunan Al-Qur'an yang dilantunkan begitu merdunya. Hingga aku tak sadar telah banyak air mata menetes membasahi pipi yang sebelumnya kering. Aku tersadar, sulit untuk mendapatkannya jika aku sendiri tidak sebaik dia dalam membaca Al-Qur'an. Ya Allah anugerahkan aku kemauan dan keistiqomahan untuk senantiasa mampu dan mau untuk membaca firman-firman Mu Ya Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar